Tampilkan postingan dengan label Alergi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alergi Anak. Tampilkan semua postingan

Gejala dan Penyebab Alergi Santan

Penyakit Alergi Pada Anak | Alergi Pada Anak | Alergi Anak
www.cekalergi.com

Santan adalah salah satu makanan yang bisa menjadi penyebab alergi pada anak. Santan sering sekali digunakan dalam berbagai racikan masakan Indonesia. Mulai dari sayur, makanan hingga minuman banyak sekali yang memanfaatkan santan sebagai salah satu bahan pokoknya. Makanan-makanan bersantan antara lain opor, nasi uduk, gulai, kari, agar-agar dan juga berbagai sajian minuman lainnya. Nah, jika Si Kecil ternyata memiliki masalah dengan alergi santan maka Bunda wajib untuk selalu waspada agar kondisi kesehatan Si Kecil tidak terus menurun. Berikut ini adalah informasi mengenai gejala dan penyebab alergi santan yang patut Bunda waspadai.

Gejala Alergi Santan

Memang secara sistemik, alergi santan cukup jarang ditemukan. Namun, kontak dengan bahan-bahan yang dibuat dengan hasil pemrosesan santan adalah cara termudah untuk terserang alergi santan. Zat ini umumnya bisa ditemukan di dalam kandungan pelembap kulit, sabun dan juga sampo. Gejala pada alergi santan sebenarnya hampir sama dengan gejala-gejala alergi lainnya. Gejala tersebut antara lain gatal-gatal, mata dan bibir bengkak, biduran, muncul ruam merah di kulit dan juga diare.n Jika penyakit alergi pada anak ini dibiarkan terus menerus maka membahayakan kondisi kesehatannya.

Menangani Alergi Santan

Hingga sejauh ini sebenarnya tak ada pengobatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan alergi santan secara permanen. Hal yang bisa Bunda lakukan hanyalah mencegah jangan sampai alergi anak ini terjadi lagi dan lagi. Karena kelapa dapat ditemukan di hampir setiap bahan makanan maka Bunda harus waspada terhadap makanan apa saja yang dikonsumsi oleh Si Kecil.

Alergi Susu Sapi, Penghambat Tumbuh Kembang Anak

Penyakit Alergi Pada Anak | Alergi Anak | Alergi Pada Anak
www.cekalergi.com

Mungkin beberapa orang tua tak pernah mencermati kondisi kesehatan anaknya, terutama masalah alergi. Masalah alergi anak sendiri kurang mendapatkan perhatian dari banyak orang tua karena dianggap sebagai suatu masalah kesehatan yang tak terlalu parah. Padahal, jika dibiarkan terus menerus alergi susu sapi akan menjadi penghalang bagi tumbuh kembang Si Kecil. Bagaimana tidak? Susu adalah salah satu sumber makanan dengan gizi yang paling lengkap. Jika Si Kecil tak mengonsumsi susu sapi maka tentu saja perkembangan tubuhnya tak akan sebaik anak-anak lain yang biasa mengonsumsi susu sapi.

Gejala yang Muncul Akibat Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi sendiri memiliki beberapa gejala yang bisa Bunda perhatikan. Jika Si Kecil selalu mengalami masalah pencernaan setiap setelah mengonsumsi susu sapi atau di tubuhnya muncul tanda-tanda berarti si kecil memiliki alergi terhadap susu sapi. Cara mencegah penyakit alergi pada anak ini cukup mudah, Bunda harus menghindarkan Si Kecil dari berbagai makanan dan minuman yang mengandung susu sapi di dalamnya.

Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi

Cara mengatasi alergi susu sapi sebenarnya cukup banyak. Beberapa diantaranya adalah dengan mengganti susu sapi yang membuat alergi pada anak dengan susu lain yang lebih bisa ditoleransi oleh tubuhnya. Susu kedelai adalah salah satu pilihan terbaik. Namun, beberapa anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi ternyata juga memiliki alergi dengan susu kedelai. Jika hal ini menimpa Si Kecil maka Bunda bisa mengganti susu formula Si Kecil dengan susu formula terhidrolisasi yang lebih mudah untuk ditoleransi oleh tubuh.

11 Hal Penyebab Iritasi Kulit Pada Bayi


www.cekalergi.com

Kulit anak bayi masih belum berkembang sempurna dan cenderung rentan jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Oleh karena itulah, penting bagi Bunda untuk selalu menjaga kulit bayi agar tidak terserang alergi kulit. Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi terkena alergi kulit:

1. Tabir Surya

Tabir surya memang memiliki fungsi untuk melindungi kulit, namun beberapa formula ternyata bisa menyebabkan kulit bayi teriritasi. 

2. Sabun Antibakteri

Bahan-bahan seperti triclosan pada sabun antibakteri bisa menyebabkan iritasi untuk anak yang memiliki kulit sensitif.

3. Eksim

Beberapa pelembab tertentu bisa menjadi penyebab iritasi kulit bayi bila ditambahkan dengan pewangi tertentu.

4. Baby Wipes atau Waslap

Tisu khusus bayi (baby wipes) sekali pakai memang terkesan sangat ringkas, tetapi hati-hati, karena bisa saja produk itu mengandung alkohol, dan pewangi tertentu pun bisa sebabkan kulit teriritasi. Beberapa tisu bayi juga ditengarai mengandung pengawet yang bisa memicu alergi. 

5. Deterjen Pencuci Baju

Zat kimia yang ada pada deterjen bisa menyebabkan beberapa masalah pada kulit bayi, juga anak.

6. Sensitif Terhadap Kondisioner dan Shampoo
Beberapa pewangi dan zat kimia yang terkandung dalam shampo dan kondisioner bisa mengganggu kondisi kulit kepala dan menyebabkan masalah.

7. Alternatif dari Pelembap Pakaian

Jika kulit si kecil sensitif, sebaiknya hindari mencuci pakaian atau seprainya dengan cairan pelembut pakaian.

8. Cairan Pembersih Perabot Rumah

label peringatan yang tertulis "nontoxic" belum menjadi aturan wajib untuk dicantumkan pada setiap produk pembersih rumah tangga. Beberapa kandungan seperti alkylphenol ethoxylates (APEs), yang sering digunakan dalam beberapa produk pembersih bisa sebabkan masalah hormon. Amonia bisa sebabkan iritasi pada pernapasan, kulit terbakar, dan beracun jika tertelan.

9. Zat Pengawet dan Sabun

Beberapa sabun bayi bisa saja mengandung formaldehyde yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan paru-paru. Bahkan, sabun dengan kandungan ini juga bisa memicu eksim (kulit yang meradang dan teriritasi).

10. Semprotan Pembununh Serangga dan Tabir Surya

Risiet menunjukkan bahwa zat kimia dari cairan semprotan pembunuh serangga bisa dengan mudahnya terserap ke dalam kulit, khususnya untuk kulit yang diolesi oleh tabir surya.

11. Zat Beracun Sekitar Lantai

Pastikan lantai atau karpet yang sering dibuat bermain oleh bayi bersih dari polutan apapun karena pestisida dan racun bisa saja masuk ke dalam rumah secara bersamaan dengan debu.

Bayi Menderita Ruam Kulit Akibat Sawan? Mitos atau Fakta?


www.cekalergi.com

Beberapa bayi yang baru lahir terkadang memiliki bintin-bintik merah mulai dari kepala, leher, bahkan hampir merata di semua punggungnya. Tapi, bintik-bintik merah ini bukanlah biang keringat. Malah, orang tua sering menyebutnya dengan sawan.

Padahal, bintik-bintik merah yang muncul pada kulit bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti biang keringat (miliaria), akibat pori yang masih belum terbuka sepenuhnya, iritasi ringan dengan bahan-bahan baju, kain bantal/kasurnya, higiene kulit yang kurang baik, kondisi yang disebut dermatitis seboroik dan sebagainya.

Sejatinya, ada banyak hal yang menjadi penyebab kondisi bintik-bintik merah muncul pada peprmukaan kulit bayi, sehingga sebaiknya bayi dibawa ke dokter untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Karena kelainan yang terjadi pada kulit sebaiknya memang harus dilihat langsung.

Bila bayi tidak mengalami rewel atau gelisah secara terus menerus, artinya bayi tidak mengalami kondisi merasa gatal atau nyeri. Meski demikian, higiene bayi harus dijaga secara optimal dengan cara memandikannya dengan sambut bayi yang lembut, menghindari keringat berlebih dan menghindari bahan-bahan potensial penyebab iritasi kulit seperti lotion penghangat (minyak telon, kayu putih dan sebagainya).

5 Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Bayi

Alergi Anak | Alergi Pada Anak | Penyakit Alergi Pada Anak
www.cekalergi.com

Penyakit kulit adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Kelompok anak-anak memiliki risiko terserang penyakit kulit yang lebih besar jika dibandingkan dengan orang dewasa. Pada tahun pertama, bayi akan sangat rentan terhadap gangguan karena lapisan kulit mereka belum terbentuk secara sempurna. Dan baru sempurna dengan 1 tahun kemudian. 

Kulit yang tipis memiliki ikatan antar sel yang lebih lemah dan lebih halus pula. Apalagi, dengan kandungan pigmen yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan orang dewasa, bayi tidak mampu mengatur temperatur seperti halnya anak-anak dengan usia lebih tua atau orang dewasa. Munculnya kemerahan dan peradangan pada kulit merupakan salah satu gejala dari reaksi penyakit alergi pada anak. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit yang umum dijumpai pada anak ataupun bayi:

1. Intertrigo

Peradangan ini mengacu apda lipatan tubuh. Biasnaya terletak di bagian paha dalam, ketiak dan di bawah payudara atau perut. Lipatan tersebut membuat kulit tampak merah, gatal dan menyebabkan rasa sakit bila terjadi gesekan. Biasanya, intertrigo dialami oleh bayi yang gemuk.

2. Biang Keringat

Miliria atau biang keringan biasanya terjadi pada leher, wajah, punggung atau bokong bayi. Gejalanya bisa dilihat dengan adanya kulit kemerahan disertai rasa gatal, sehingga bayi rewel dengan disertai adanya gelembung-gelembung kecil berair.

3. Seborrhea

Adalah peradangan kulit bagian atas yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah, dan kadang pada bagian belakang telinga, leher, pipi dan dada. Alergi pada anak ini biasanya paling sering terjadi pada anak usia di bawah 6 bulan. Pada kepala bahkan tampak seperti ketombe, sisik kuning atau berkerak.

4. Eksim

Eksim biasanya muncul dari bayi usia 3-4 bulan, meskipun jarang ditemukan di daerah bekas pemakaian popok. Peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembng kecil (vesikel) pada kulit ini bisa pecah dan mengeluarkan cairan. Kondisi yang lebih parah, alergi anak ini juga dapat menyebabkan kulit berubah menjadi merah, mengeluarkan nanah, dan kerak.

5. Dermatitis Kontak

Adalah inflamasi kulit yang telah terpapar bahan mengiritasi atau menyebabkan reaksi alergi. Penyakit kulit ini dapat menyebabkan ruam yang besar, gatal dan rasa terbakar.